tarif.
Padahal Dephub telah menetapkan penurunan tarif hingga 5,22%, bahkan jenis
angkutan lain diluar angkot sudah serempak menurunkan tarif menyusul penurunan harga BBM dua kali semenjak 1 dan 15 Desember 2008.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal saat ditemui sebelum rapat koordinasi dampak penurunan BBM di gedung Depkeu, Kamis malam (8/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jusman, hanya beberapa rute angkot tertentu saja yang mau menurunkan, itu pun tidak signifikan yaitu hanya Rp 200.
"Angkot dibeberapa tempat sudah turun tapi cuma Rp 200, ini karena supirnya merasa setorannya belum turun," jelasnya.
Diakuinya, pihak Organda saat ini mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah terkait penurunan harga spare part kendaraan khususnya untuk produk ban. Mengingat komponen ini hingga kini belum mengalami penurunan walaupun harga minyak dan karet sudah melandai.
Jusman menegaskan pihaknya akan tetap berkomitmen bahwa penurunan harga BBM harus pula diikuti penurunan beban tarif angkutan. Dengan turunnya biaya transportasi secara langsung akan berimbas pada gerak perekonomian termasuk inflasi.
"Untuk spare part kami sudah bertemu dengan asosiasi ban membicarakan penurunan," katanya.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelumnya menyatakan, pemerintah kini merasa prihatin karena penurunan harga BBM yang dilakukan dua kali selama Desember 2008 ternyata tidak memberikan second round effect. Padahal pemerintah sangat berharap penurunan harga BBM hingga dua kali tersebut bisa ikut menurunkan harga-harga termasuk tarif angkutan.
(hen/qom)










































