Angkot dan Taksi Paling Bandel Tak Mau Turunkan Tarif

Angkot dan Taksi Paling Bandel Tak Mau Turunkan Tarif

- detikFinance
Kamis, 08 Jan 2009 21:27 WIB
Angkot dan Taksi Paling Bandel Tak Mau Turunkan Tarif
Jakarta - Departemen Perhubungan (Dephub) mencatat hingga kini angkutan kota (angkot) dan taksi, menjadi dua jenis angkutan yang masih membandel untuk menurunkan
tarif.

Padahal Dephub telah menetapkan penurunan tarif hingga 5,22%, bahkan jenis
angkutan lain diluar angkot sudah serempak menurunkan tarif menyusul penurunan harga BBM dua kali semenjak 1 dan 15 Desember 2008.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal saat ditemui sebelum rapat  koordinasi dampak penurunan BBM di gedung Depkeu, Kamis malam (8/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penurunan kemarin sudah  ditetapkan turun 5,22% ada beberapa yang sudah menurunkan seperti  angkutan antar kota dan provinsi sudah mengikuti, antar kota satu provinsi dan kabupaten pun sudah, yang belum itu angkot dan taksi saja," kata Jusman.

Menurut Jusman, hanya beberapa rute angkot tertentu saja yang mau menurunkan, itu pun tidak signifikan yaitu hanya Rp 200.

"Angkot dibeberapa  tempat sudah turun tapi cuma Rp 200, ini karena supirnya merasa setorannya belum turun," jelasnya.

Diakuinya, pihak Organda saat ini mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah terkait penurunan harga spare part kendaraan khususnya untuk  produk ban. Mengingat komponen ini hingga kini belum mengalami penurunan walaupun harga minyak dan karet sudah melandai.

Jusman menegaskan pihaknya akan tetap berkomitmen bahwa penurunan harga BBM harus pula diikuti penurunan beban tarif angkutan. Dengan turunnya biaya  transportasi secara langsung akan berimbas pada gerak perekonomian termasuk inflasi.

"Untuk spare part  kami sudah bertemu dengan asosiasi ban membicarakan penurunan," katanya.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelumnya menyatakan, pemerintah kini merasa prihatin karena penurunan harga BBM yang dilakukan dua kali selama Desember 2008 ternyata tidak memberikan second round effect. Padahal pemerintah sangat berharap penurunan harga BBM hingga dua kali tersebut bisa ikut menurunkan harga-harga termasuk tarif angkutan.



(hen/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads