Seperti diketahui, Pertamina sudah melakukan short list calon partner untuk mengembangkan Natuna. Menurut Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno, EMOI menjadi salah satu perusahaan yang masuk dalam short list tersebut.
Karena sudah masuk dalam short list, artinya EMOI dinilai sebagai calon potensial yang bisa digandeng Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses seleksi partner Pertamina memang sedang terhenti karena ketidakjelasan status EMOI di Natuna. EMOI menyatakan pihaknya masih menjadi operator di Natuna hingga hari ini, 9 Januari 2009. Padahal, pemerintah dalam sidang kabinet mengaku telah menterminasi kontrak EMOI di Natuna dan memberikan hak operator kepada Pertamina.
EMOI rupanya tak menyerah. Akhir Desember 2008, EMOI kembali mengajukan rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) Natuna. Pemerintah pun mengaku sudah menerimanya dan tengah mempelajarinya.
Jika pemerintah tidak memberikan kejelasan apakah kontrak EMOI di Natuna masih berlaku atau sudah putus pada hari ini, maka angan-angan Pertamina mengembangkan Natuna pun makin terkatung-katung.
(lih/ir)











































