Timteng Memanas, Harga Minyak Tetap di Bawah US$ 100/barel

Timteng Memanas, Harga Minyak Tetap di Bawah US$ 100/barel

- detikFinance
Jumat, 09 Jan 2009 14:27 WIB
Timteng Memanas, Harga Minyak Tetap di Bawah US$ 100/barel
Jakarta - Panasnya konflik yang terjadi di Timur Tengah diperkirakan tidak akan mendorong harga minyak mentah kembali melonjak hingga di atas US$ 100 per barel. Kenaikan harga minyak mentah diprediksi hanya mencapai US$ 60-70 per barel.

Demikian disampaikan Komisaris Pertamina yang juga mantan Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman usai sholat Jumat di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat (9/1/2009).
 
"Kalau lihat situasinya, tidak berbahaya. Karena sekarang kan negara barat dan seluruh negara punya cadangan minyak sehingga krisis Timteng tidak ada pengaruhnya," ujarnya.

Menurut Maizar, sekalipun konflik Israel dan Palestina ini berpengaruh ke harga minyak, sifatnya sementara dan dampaknya tidak terlalu signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kisaran harga minyak paling akan naik sekitar US$ 60-70 per barel," jelasnya
 
Hal ini karena kenaikan harga minyak mentah sebelumnya, yang mencapai US$ 147 per barel, memang bukan dipicu masalah geopolitik, melainkan karena spekulasi.
 
"Pengalaman selama ini kenaikan harga minyak bukan karena geopolitik tapi karena hal lain," tambahnya.

Sementara terkait kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu, Maizar menjelaskan pihaknya masih berusaha menyelesaikannya.

"Progres dari waktu ke waktu semakin baik. Kalau stok kita masih banyak, masih cukup 20 hari tapi kan masyarakat selalu khawatir tanggal 15 harga bbm turun," ungkapnya.
 
Saat ditanya apakah komisaris telah memanggil Direksi terkait kelangkaan tersebut, Maizar enggan berkomentar."Itu kan internal koorporasi," jawabnya singkat. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads