Β
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Diah Maulida menyatakan, hingga kini pemerintah belum melakukan pembahasan mengenai ekspor beras.
"Mengenai ekspor harus melalui keputusan pemerintah, yang dikoordinasikanΒ melalui kantor Menko Perekonomian, sejauh ini belum ada pembahasan," katanya di Gedung Departemen Perdagangan, di Jakarta, Jumat (9/1/2009).
Meskipun diakuinya berdasarkan ketentuan menteri pedagangan yang berhak mengekspor beras konsumsi adalah Perum Bulog. "Sejauh ini memang belum ada, yang ada ekspor beras khusus," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui Bulog telah menyiapkan persiapan ekspor kelima negara akan menjadi negara tujuan ekspor utama beras Indonesia pada tahun 2009.
Negara-negara tersebut antaralain Filipina, Malaysia, Timor Leste, Brunai Darussalam khusus untuk katagori beras medium. Sedangkan untuk Jepang khusus beras-beras berkualitas super.
Rencanan jumlah ekspor untuk beras medium akan mencapai 1 hingga 1,5 juta ton sepanjang 2009 sedangkan khusus untuk beras kualitas super yang ditujukan ke Jepang mencapai 10.000 hingga 20.000 ton.
Untuk beras kualitas super yang akan diekpor ke Jepang kualitasnya mencapaiΒ 5%-10% pecahan, seperti beras Pandan Wangi, Cianjur, Padi Mulia, Aromatik dan lain-lain.
(hen/lih)











































