Inalum Lunasi Utang ke NAA 2010

Inalum Lunasi Utang ke NAA 2010

- detikFinance
Jumat, 09 Jan 2009 19:09 WIB
Inalum Lunasi Utang ke NAA 2010
Jakarta - PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) menargetkan penyelesaian restrukturisasi utang kepada Nippon Asahan Alumunium (NAA)  hingga tahun 2010.

Inalum merupakan perusahaan patungan pengolah alumina menjadi alumunium antara pemerintah Indonesia dengan konsorsium Jepang yaitu NAA.

Pihak Inalum sudah mulai melakukan pembayaran utang termasuk beban bunga dan nilai investasi ke pihak NAA sejak beberapa tahun lalu, setelah perseroan sudah mulai membukukan laba. Hingga kini utang Inalum ke pihak NAA masih tersisa US$ 226 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini kita cicil utang US$ 100 juta. Nah pada 2010 selain bunga kita juga akan lunasi semua utang senilai bukunya," kata Kepala Otorita Asahan Effendi Sirait dalam acara konferensi pers di kantor otorita Asahan, Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (9/1/2009)

Target pelunasan utang ini akan berbarengan dengan penentuan nasib Inalum selanjutnya di tahun 2010, menyusul akan berakhirnya kerjasama kedua pihak pada tahun 2013.
 
Pemerintah Indonesia melalui Departemen Perindustrian mengambil sikap untuk tidak memperpanjang masa kontrak yang habis tahun 2013. Bahkan Antam diusulkan untuk menjadi BUMN yang melakukan akuisisi Inalum selanjutnya.

Seperti diketahui, NAA yang merupakan konsorsium 7 perusahaan Jepang memiliki saham  60% di Inalum  sedangkan sisanya 40% adalah saham pemerintah.

Inalum mulai membayar annual  fee ke negara sejak tahun 1982  dengan kisaran US$ 5 juta sampai US$ 9 juta per tahun. Pada tahun 2008 sempat mencapai sebesar US$ 130 juta, ini dianggap sebagai angka yang cukup signifikan. Dibanding tahun 2006 yang hanya US$ 37 juta dolar dan tahun 2007 sebesar  US$  52 juta.






(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads