Harga Solar Bisa Turun Rp 300 Per Liter

Harga Solar Bisa Turun Rp 300 Per Liter

- detikFinance
Sabtu, 10 Jan 2009 14:44 WIB
Harga Solar Bisa Turun Rp 300 Per Liter
Jakarta - Harga solar diperkirakan akan kembali turun menjadi Rp 4.500/liter dari Rp 4.800 per liter. Penurunan ini memang cenderung tidak signifikan karena harga minyak dunia juga mulai kembali merangkak naik akibat memanasnya konflik di jalur Gaza antara Israel dan Palestina.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Moneter, Fiskal dan kebijakan Publik Hariyadi B. Sukamdani dalam perbincangannya dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (10/1/2009).

"Yang jelas solar akan turun menjadi Rp 4.500 per liter. Untuk itu kita akan coba melakukan pendekatan dengan teman-teman dari Organda untuk juga menurunkan tarif transportasi lagi, seiring dengan penurunan BBM," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang saat ini dikatakan Haryadi, penurunan tarif angkutan ini sangat diperlukan untuk bisa membantu meringankan beban masyarakat sebagai dampak penurunan harga BBM.

"Tapi teman-teman dari Organda mengatakan, faktor saat ini untuk tarif bukan hanya BBM tetapi juga suku cadang yang harganya juga terus naik. Meskipun begitu kita terus coba melakukan pendekatan," katanya.

Sementara untuk premium, Haryadi mengatakan dirinya belum berani mengatakan kira-kira berapa penurunan yang akan dilakukan pemerintah, karena menurutnya premium sangat sensitif bagi masyarakat.

"Untuk harga premium saya belum bisa mengatakan, karena kalau pemerintah mengikuti harga minyak di market, kalau turun masyarakat juga senang, tapi kalau naik masyarakat pasti marah. Apalagi sekarang minyak dunia juga kembali naik karena memanasnya konflik di Timur Tengah. Jadi saya belum berani bicara apa-apa dulu," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan, dengan penurunan BBM yang dilakukan pemerintah sebanyak 2 kali tahun lalu, seharusnya tarif angkutan bisa turun secara signifikan. Karena itu dengan rencana penurunan kembali harga BBM pekan depan, tarif angkutan bisa turun.

"Hari Senin (12/1/2009) kita kan sidang kabinet, kita sedang menyiapkan itu (penurunan BBM), kan kita review-nya tiap bulan. Kalau tarif angkutan 2 kali turun mestinya sudah turunlah, kita mengharapkan turun," tegasnya.

Penurunan harga BBM yang rencananya akan kembali dilakukan pemerintah, diharapkan dapat menurunkan harga-harga sehingga laju inflasi bisa ditahan sesuai dengan target pemerintah yang pada akhirnya bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di 2009 yang ditargetkan sebesar 4,5-5,5%.

"Kalau inflasi turun, kan cocok tema kita untuk menjaga daya beli masyarakat, mengurangi beban cost production besar sehingga perusahaan masih bisa survive, masyarakat daya beli terjaga, sehingga ekonomi dari sisi konsumsi masih bisa jalan, produksi masih bisa survive sehingga momentum ekonomi antara 4,5-5,5% yang selalu kita bicarakan bisa tercapai," tuturnya.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads