Demikian disampaikan juru bicara otoritas listrik Nepal, Sher Singh Bhat yang dilansir AFP.
"Mulai hari ini (Minggu), pemadaman listrik akan meningkat jadi 16 jam per hari," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sher Singh Bhat, pemadaman massal ini terjadi akibat pembangkit listrik tenaga air yang menjadi andalan gagal memproduksi pasokan listrik yang memadai.
"Kami tidak punya pilihan. Kami mengambil keputusan ini karena volume air di sungai sudah sangat berkurang dan kami tidak bisa mengendalikan permintaan listrik yang sangat tinggi dari pelanggan," tambahnya.
Krisis listrik nasionaldi Nepal ini terjadi menyusul melonjaknya permintaan listrik hingga melebihi pasokan yang ada. Defisit listrik di negeri yang terletak di Pegunungan Himalaya ini memang sudah terjadi sejak belasan tahun silam.
Sebelum permintaan listrik melonjak sangat signifikan, Nepal hanya bisa memenuhi setengah dari kebutuhan listrik masyarakatnya. Ke depannya, pemerintah Nepal berencana mengimpor listrik dari negara tetangganya, Nepal dan menggerakkan pembangkit berbahan bakar BBM.
(lih/ken)











































