Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (12/1/2009).
"Kita akan melihat bagaimana PPA merestrukturisasi BUMN yang mengalami kesulitan. Jadi tadi sedang kita rapatkan dan akan kita bikin SK menteri untuk proses restrukturisasi dan penyehatan BUMN melalui PPA, jadi mekanisme saat ini yang sedang kita bikin," katanya.
Sepuluh BUMN yang akan dirawat tersebut antara lain, PT Merpati Nusantara Airlines, PT PAL Indonesia, PT Industri Gelas, PT Djakarta Llyod, Hotel Indonesia Internasional, PT Semen Kupang, PT Kertas Kraft Aceh dan lain-lain.
Ia mengatakan, intinya Kementerian BUMN akan meminta PPA melakukan sesuatu kepada BUMN yang mengalami kesulitan tersebut. "Kita minta PPA lakukan due diligence dulu nanti bisa jadi banyak pilihan termasuk likuidasi," imbuhnya.
Menurutnya, walaupun PPA diberi tambahan pasien tetap tidak boleh membukukan rugi, maka dari itu Kementerian BUMN sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,5 triliun di APBN 2009.
"Di tahun 2008 kan baru dapat Rp 1,5 triliun, untuk tahun 2009 sudah alokasikan 1,5 triliun lagi tinggal nunggu persetujuan DPR," imbuhnya.
(ang/qom)











































