Januari Bakal Deflasi Lagi

Januari Bakal Deflasi Lagi

- detikFinance
Selasa, 13 Jan 2009 07:10 WIB
Januari Bakal Deflasi Lagi
Jakarta - Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani memperkirakan dengan penurunan harga BBM bersubsidi, maka pada Januari 2009 berpotensi kembali terjadi deflasi.

"Insya Allah deflasi lagi. Kalau efek pertama dengan penurunan Rp 500, pengaruhnya kan menurunkan inflasi 0,53%," ujarnya ketika ditemui di Kantor Bappenas, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin malam (12/1/2009).

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat terjadinya deflasi pada Desember 2008 sebesar 0,04%. Sementara inflasi sepanjang 2008 adalah 11,06%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani mengatakan, dengan penurunan BBM yang dilakukan pemerintah, seharusnya berdampak signifikan menurunkan harga-harga.

"Efektifnya berapa kita akan lihat bagaimana pengaruhnya, pokoknya kita lihat kepada efek ronde selanjutnya," katanya.

Dengan penurunan harga BBM ini, Sri Mulyani meyakini deflasi pasti akan sering terjadi, sehingga bisa menurunkan tingkat laju inflasi di 2009.

"Deflasi akan lebih banyak. Tapi kan memang inflasi bukan cuma BBM saja, efek ronde selanjutnya tergantung penurunan harga-harga lain," tuturnya.

Sri Mulyani berharap dengan penurunan harga BBM kali ini, inflasi pada tahun 2009 bisa ditekan menjadi single digit, dari 11,06% yoy pada Desember 2008. Dia berharap dengan perlambatan laju inflasi, penurunan BI Rate juga terus berlanjut.

"Itu (penurunan BI Rate) sebagai konsekuensi penurunan inflasi tersebut," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan hal yang sama.

"Januari berpotensi deflasi. Deflasi sebenarnya satu hal yang menguntungkan pemerintah," jelas Paskah.

Artinya, lanjut Paskah, kemiskinan berkurang meskipun akan ada penambahan pengangguran.

"Makanya kita ingin berikan stimulus yang lebih besar bagi ekonomi domestik dengan bangun infrastruktur, kita juga mulai sekarang untuk perkuat daya beli masyarakat, walau kita punya range pertumbuhan ekonomi 4,5% sampai 5,5%, kita ingin capai yang optimalnya (5%)," tuturnya.

Paskah mengatakan stimulus fiskal Rp 50 triliun yang diberikan pemerintah akan menahan laju PHK di 2009.

"Kalau pertumbuhan ekonomi 4,5%, pengangguran bisa 9,5% bisa di atas 9 juta orang lebih. Kalau pertumbuhan 5,5% dengan tetap pertahankan daya beli masyarakat artinya inflasinya tetap tidak tinggi, pengangguran bisa kita tekan ke 7,9%, angkanya bisa hanya 7 jutaan orang. Dengan asumsi 431 ribu penyerapan tenaga kerja per 1% pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads