Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, harga daging sapi akan turun bulan depan karena adanya pasokan berlebih dari sejumlah negara terutama Australia.
Β
"Menurut Asosiasi Pengolahan Daging Sapi, mereka memprediski harga bisa turun karena ada over supply yang disebabkan demannya turun. Asosiasi prediksikan turun 8 persen," paparnya usai menghadiri operasi pasar minyak goreng di pasar rumput, Jakarta, Selasa (13/1/2009).
Β
Mari menambahkan saat ini pihaknya akan terus mengupayakan agar distribusi dan pasokan bahan pokok tidak terganggu. "Supply cukup untuk semua produk. Dari sisi produksi saya tidak lihat ada masalah untuk bahan pokok utama," tandasnya.
Belum Akan OP Beras
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya kita operasi pasar kalau lonjakan harganya besar dan itu sudah ada mekanismenya dengan Bulog," tambahnya.
Mari menjelaskan, kenaikan harga beras biasanya akan terjadi di awal tahun di saat masa paceklik. "Di awal tahun karena kita alami musim paceklik maka biasanya akan naik. Tahun ini kenaikannya tidak besar hanya Rp 300," ungkapnya.
Β
Namun, lanjut Mari, kemungkinan penurunan harga beras akan terjadi saat musim panen tiba di bulan Februari.
"Peaknya di bulan Maret, April dan Mei, harusnya harga turun kembali, tapi penurunanya sedikit turun karena petani akan dirugikan," ungkapnya.
Selain itu keberadaan beras miskin (raskin) dianggap sudah cukup untuk mengamankan pasokan beras untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
(epi/lih)











































