Pertamina Diminta Rombak Formula Penghitungan Elpiji 3 kg

Pertamina Diminta Rombak Formula Penghitungan Elpiji 3 kg

- detikFinance
Selasa, 13 Jan 2009 14:10 WIB
Pertamina Diminta Rombak Formula Penghitungan Elpiji 3 kg
Jakarta -  Pemerintah meminta agar formula perhitungan harga elpiji 3 kg tidak lagi menggunakan CP Aramco sebagai acuan. Pertamina diminta mencari formula lainnya.

Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Dirjen Migas Saryono Hadiwidjoyo di sela-sela Seminar Harmonisasi dan Pengembangan Bahan Bakar Indonesia Yang Berkelanjutan, di Kantor Dirjen Migas, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (13/1/2009).
 
"Depkeu tanya apakah ada pandangan lain selain CP Aramco, dan kami tengah mengkajinya tapi yang umum masih menggunakan CP Aramco," jelasnya.  
 
Namun masalahnya, lanjut Saryono, Pertamina membeli elpiji dari KKS dengan acuan CP Aramco juga. Hal ini merupakan hal yang lumrah karena secara internasional perhitungan elpiji memang menggunakan acuan CP Aramco.
 
Saryono menyatakan pembahasan perubahan harga ini tengah dilakukan oleh tim kecil yang terdiri dari Dirjen Migas, Pertamina, Hiswana dan Depkeu. Hasilnya diharapkan akan keluar dalam dua bulan mendatang.

"Tim kecil ini akan membahas kembali pada 23 Januari mendatang dan diharapkan akhir Januari atau Februari tahun ini. Tim kecil ini juga membahas tata niaga elpiji," ungkapnya.
 
Selain itu, lanjut Saryono, tim kecil ini juga akan mengkaji apakah perhitungannya menggunakan angka atau persentase. Seperti diketahui, dalam distribusi BBM, Pertamina mendapatkan margin dalam presentase tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penentuan BBM itukan pakai presentasi namun pada saat harga minyak dunia tinggi, Pertamina untung namun saat turun Pertamina rugi di kondisi tentu. Pertamina akan hitung lakukan exercise, apakah pakai yang itu atau kombinasi karena ada hitung-hitungannya," ungkapnya.
 
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal menyatakan tidak ada formula harga lain yang bisa digunakan untuk elpiji.

"Yang ada dipasar hanya CP Aramco kita beli ke KPS melalui BP Migas juga patokannya CP Aramco, beli di Malaysia dan Singapura juga sama. Jadi semua pakai
CP Aramco terus bagaimana," jawab Ahmad dalam pesan singkatnya kepada wartawan. (epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads