Premium Dilepas, Solar Masih Disubsidi Rp 800/liter

Premium Dilepas, Solar Masih Disubsidi Rp 800/liter

- detikFinance
Selasa, 13 Jan 2009 14:26 WIB
Premium Dilepas, Solar Masih Disubsidi Rp 800/liter
Jakarta - Meski sudah diturunkan hingga tiga kali, harga premium yang baru diperkirakan masih di atas harga keekonomiannya yang bekisar di Rp 3.500-3.800 per liter. Sementara harga solar baru yang sebesar Rp 4.500 masih disubsidi sekitar Rp 800-1.000 per liter.

Demikian perhitungan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto ketika dihubungi detikFinance, Selasa (13/1/2009).

"Premium sudah tidak disubsidi, harga keekonomian ditambah pajak dengan asumsi crude US$ 45 per barel dan kurs Rp 11.700/US$ hanya bekisar Rp 3.500-3.800 per liter. Sementara solar dengan asumsi yang sama memang masih disubsidi sekitar Rp 800-1.000 per liter," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, pemerintah kembali menurunkan harga premium dan solar menjadi Rp 4.500 per liter. Harga baru ini mulai berlaku efektif per 15 Januari 2009.

Dengan penurunan ini, maka harga premium sudah turun tiga kali dan harga solar sudah turun dua kali. Sementara harga minyak tanah hingga sekarang belum mengalami penurunan dan tetap dihargai Rp 2.500 per liter.

Dengan harga minyak tanah sebesar Rp 2.500 per liter itu, pemerintah memang diperkirakan masih mensubsidi sebesar Rp 2.500 per liter lagi karena harga keekonomiannya sekitar Rp 5.000 per liter.

Penurunan harga BBM kali ini diakui Pri Agung cukup konsisten dengan harga minya. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar terbiasa dengan harga BBM yang berfluktuatif.

"Sehingga ketika nanti harga minyak naik lagi, masyarakat sudah bisa memperkirakan kalau harga BBM akan naik lai," tambahnya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads