"Potensi tambahan biaya, akan mengurangi pendapatan PLN atau implikasi terhadap PLN lebih dari Rp 1 trilun, ada loss pendapatan dari bisnis proses," kata Wakil Direktur Utama PLM Rudiantara usai acara konferensi pers di kantor pusat PLN, Selasa (13/1/2009).
Rudiantara menegaskan, program ini merupakan korporasi PLN, sehingga akan menjadi beban perseroan. Sedangkan mengenai naik atau turunya tarif dasar listrik (TDL) kembali lagi Rudi menjelaskan bahwa hal itu menjadi domainnya pemerintah.
Untuk menutupi potensi loss ini, PLN akan berupaya terus melakukan efisiensi secara maksimal sehingga implikasinya tidak akan terlalu besar bagi pendapatan PLN.
Pada tahun 2007 lalu PLN berhasil membukukan laba operasional sebesar Rp 1,7 triliun sedangkan laba operasional 2008 sebesar Rp 3,5 triliun.
"Kami mengharapkan akan ada penghematan Rp 5 triliun di 2008, ini belum diaudit. Mudah-mudahan angkanya bisa lebih baik lagi," jelasnya.
Dikatakannya pihaknya juga belum menentukan sampai kapan program ini akan terus berlangsung, namun yang terpenting pelaksanaannya bisa efektif untuk stimulus sektor industri.
"Soal sampai kapannya kita lihat saja nanti, yang penting kita jalani dulu saja bagaimana industri bisa tetap jalan," jelas Rudi. (hen/lih)










































