Penerimaan Pajak APBNP 2009 Turun Rp 54 Triliun

Penerimaan Pajak APBNP 2009 Turun Rp 54 Triliun

- detikFinance
Selasa, 13 Jan 2009 18:55 WIB
Penerimaan Pajak APBNP 2009 Turun Rp 54 Triliun
Jakarta - Pemerintah kembali akan mengajukan APBN Perubahan (APBNP 2009). Selain mengubah sejumlah asumsi makro, pemerintah juga mengubah penerimaan dan pengeluaran. Untuk penerimaan pajak diperkirakan turun hingga Rp 54 triliun.

Menurut Plt Menko Perekonomian yang juga Menkeu Sri Mulyani, penerimaan pajak akan turun dari Rp 725 triliun dalam APBN 2009 menjadi Rp 671,9 triliun dalam APBNP 2009. Sementara PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) juga turun Rp 74,1 triliun akibat perubahan asumsi harga minyak dan kurs. PNBP dalam APBN 2009 adalah sebesar Rp 258,9 triliun.

"Dari sisi harga minyak yang turun dari US$ 80 menjadi US$ 45 per barel pasti menyebabkan penurunan PPh migas maupun PNBP yang sangat besar terutama dari sektor migas yang mengalami penurunan," ujar Sri Mulyani di kantor presiden, Jakarta, Selasa (13/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendapatan negara diperkirakan turun  sebesar Rp 128 triliun yaitu dari Rp 985,7 triliun menjadi Rp 857,7 triliun.

"Itu karena disebabkan pertumbuhan ekonomi lebih rendah, kemudian nilai tukar yang rendah, kemudian ada beberapa insentif yang menyebabkan penerimaan negara menurun," jelas Sri Mulyani.

Dari sisi belanja, belanja negara akan tetap dipertahankan terutama untuk belanja kementerian dan lembaga yang sebesar Rp 322,3 triliun.

"Hal ini pertama supaya seluruh kementerian dan lembaga tetap bisa menjalankan programnya tanpa terganggu karena perubahan APBN itu sendiri. Kedua belajar dari pengalaman, kalau APBN diubah dan Kementerian lembaga harus mengubah DIPA-DIPA nya, biasanya menyebabkan belanja itu mundur 3-6 bulan," urainya.

Terkait stimulus fiskal yang dalam UU APBN ditetapkan sebesar Rp 12,5 triliun, akan diutamakan untuk memberikan  subsidi dalam bentuk bea masuk maupun PPN yang ditanggung pemerintah (BM DTP dan PPN DTP).

"Tambahan insentif fiskal yang akan dialokasikan di dalam perubahan APBN ini adalah sebesar Rp 15 triliun. Ini termasuk di dalamnya adalah untuk memberikan diskon tarif listrik seperti yang disampaikan kemaren termasuk pemberian diskon menurunkan harga solar menjadi Rp 4500. Serta belanja tambahan sebanyak Rp 10,2 Triliun," katanya.

Tambahan belanja itu terutama untuk kementerian dan lembaga yang bisa menciptakan lapangan kerja secara cepat. Misalnya untuk infrastruktur maupun program pengentasan kemiskinan yang dianggap memiliki efektifitas yang tinggi.

"Nanti dalam Rp 10,2 triliun ini kita akan finalkan dan matangkan dengan menteri yang lain yang akan kita sampaikan ke DPR," pungkas Menkeu.

Asumsi baru APBNP 2009 yang akan diajukan pemerintah adalah:
  • Nilai tukar rupiah: Rp 11.000 per dolar AS (APBN 2009: 9.400 per dolar AS).
  • Pertumbuhan ekonomi: 4,5-5,5% (APBN 2009: 6%).
  • Asumsi harga minyak: US$ 45 per barel (APBN 2009: US$ 80 per barel).
  • Inflasi: tetap 6,2%
  • SBI 3 bulan: tetap 7,5%
  • Lifting minyak: 960 ribu barel per hari.

(qom/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads