Rekin Tunda Ekspansi di 2009

Rekin Tunda Ekspansi di 2009

- detikFinance
Rabu, 14 Jan 2009 08:27 WIB
Rekin Tunda Ekspansi di 2009
Jakarta - PT Rekayasa Industri (Rekin) menunda semua rencana ekspansi di tahun 2009 terkait dengan tertundanya rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Anak usaha PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) itu menunda 3 proyek.
 
Hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Rekin Triharyo Soesilo yang menghubungi detikFinance, Selasa malam (13/1/2009).
 
"Dengan tertundanya pelaksanaan IPO maka kita juga menunda tiga proyek ekspansi perseroan," jelasnya.
 
Tiga proyek yang rencananya mulai dilakukan setelah meraup dana sekitar Rp 300-400 miliar lewat IPO tersebut antara lain proyek pembuatan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sukarame, Jawa Barat, proyek penyediaan kapal untuk pengeboran lepas pantai dan terakhir proyek investasi di bidang enchance oil recovery.
 
Ia mengatakan, penundaan IPO tersebut juga karena melihat tren penurunan IHSG serta turunnya harga minyak mentah dunia. "Kemungkinan kita akan lihat (IPO) di tahun 2010, sambil melihat harga minyak dunia juga," jelasnya.
 
Dengan begitu, di tahun 2009 ini perseroan akan berkonsentrasi menyelesaikan beberapa proyek yang sudah berjalan sejak tahun 2008 lalu.
 
Seperti proyek ROPP senilai Rp 283 juta di Balongan milik Pertamina dan proyek metanol senilai US$ 50 juta di Brunei Darussalam milik Mitsubishi Chemical dan pemerintah setempat. Ia mengharapkan, kedua proyek yang dimulai tahun 2008 tersebut sudah bisa rampung di tahun 2010 nanti.
 
Selain itu, perseroan juga sedang menyelesaikan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Pangalengan dengan kapasitas 110 mw. Proyek itu terletak di salah satu komplek pembangkit terbesar di dunia milik Star Energy.
 
Menurutnya, seluruh proyek tersebut pendanaannya didapat perseroan melalui pinjaman perbankan dari PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.
 
"Kita punya kredit line dari Mandiri dan BNI senilai US$ 150 juta. Saat ini yang sudah diambil masih tergolong kecil, sekitar US$ 10-11 juta," ucapnya.
 
Ia menambahkan, Pusri sebagai holding juga telah berkomitmen untuk membantu pendanaan Rekin melalui fasilitas in line kredit yang dimilikinya senilai US$ 2 miliar. "Tapi ini diberikan kalau kita memerlukannya, yang pertama tetap kredit line sendiri dulu," tandasnya.
  (ang/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads