Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil usai bertemu Kepala BP Migas dan Dirjen Migas di Gedung Standard Chartered, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
"Tahun ini mudah-mudahan pertamina sudah menjadikan perusahan publik, jadi bukan IPO," ujarnya.
Dengan menjadi perusahaan publik, imbuh Sofyan, maka Pertamina diharapkan bisa lebih transparan karena ada aturan pasar yang harus diikuti BUMN migas ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sofyan, modal Pertamina sudah sangat memadai untuk menjadi perusahaan publik, terutama terkait syarat neraca awal keuangan.
"Neraca awal mereka sudah oke, tinggal konsolidasi sedikit untuk tahun 2004 yaitu masalah hasil audit BPKP dan perusahaan akuntan publik karena ada dua bulan yang beda. Mudah-mudahan beres tahun ini," jelasnya.
IPO BUMN
Sementara untuk IPO atau penawaran saham perdana BUMN lainnya, menurut Sofyan, belum bisa dilakukan pada semester I tahun ini.
"Tahun ini kalau pasar modal belum kondusif tidak mungkinlah IPO dilakukan. Tapi kita tetap persiapkan dulu, nanti begitu pasar pick up kembali mereka kita IPO," ungkapnya.
(epi/lih)











































