Hal tersebut diungkapkan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
"Pada umumnya hampir mencapai target, kalaupun tidak mencapai target itu karena kerugian kurs di akhir tahun," ujarnya.
Ia mengatakan, karena melemahnya rupiah di penghujung tahun 2008, ada beberapa BUMN yang tidak mendapatkan keuntungan sebagaimana seharusnya.
"Untuk tahun 2009 kita harus lebih hati-hati lagi," ungkapnya.
Menurutnya, penurunan perolehan laba bersih BUMN tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dari target. Pasalnya, krisis ekonomi global baru terjadi di bulan September-Oktober. Sehingga sudah ada beberapa BUMN yang sudah mengamankan targetnya pada waktu itu.
"Untuk detail nilainya nanti pasti akan kita umumkan," jelasnya. (ang/ir)











































