Harga Minyak Anjlok, 50% Pendapatan Migas Ikut Menguap

Harga Minyak Anjlok, 50% Pendapatan Migas Ikut Menguap

- detikFinance
Rabu, 14 Jan 2009 14:35 WIB
Harga Minyak Anjlok, 50% Pendapatan Migas Ikut Menguap
Jakarta - Pendapatan sektor migas diperkirakan akan berkurang drastis hingga 50% akibat harga minyak mentah yang anjlok dari asumsi APBN 2009. Dalam asumsi APBN, harga minyak diasumsikan US$ 80 per barel, sementar kini harga minyak tinggal US$ 40 per barel.

Demikian disampaikan Kepala BP Migas R Priyono usai rapat dengan Pertamina EP di Gedung Standard Chartered, Jakarta, Rabu (14/1/2009).

"Kalau asumsi APBN 2009 US$ 80 per barel, sedangkan harga minyak dunia sekarang sudah US$ 40 per barel berarti ya separuhnya (penurunan pendapatan)," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun meski dengan harga minyak dunia yang rendah seperti sekarang, investasi di sektor migas diharapkan tetap bisa bertahan.

"Harga minyak di bawah 40 ini kita agak sulit tapi mudah-mudahan kita bisa survive," ungkapnya.

Dengan bertahannya industri migas tanah air, maka BP Migas tetap optimistis target produksi di tahun ini sebesar 1 juta barel per hari bisa tercapai.

"Target kita diatas 1 juta barel dan asumsi lifting kita di APBN 960 ribu barel mudah-mudahan tercapai. Kita usahakan terus naik dan diharapkan akan terus naik," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil membenarkan perubahan ICP akan berpengaruh pada pendapatan sektor migas.

"Penerimaan APBN tahun ini dari minyak akan menurun karena harga minyak asumsinya dulu US$ 80 per barel, sekarang mungkin (harga minyak dunia) US$ 40 per barel itu akan sangat berpengaruhi," paparnya.
(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads