Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
"Dia masih menawarakan di atas US$ 5 sen, sebenarnya kita sudah punya benchmark. Kalau dia mau kita deal, kalau enggak, ya kita pertimbangkan dengan yang lain," katanya.
Benchmark yang ia maksud adalah harga jual listrik sebesar US$ 4,28 sen per kwh yang sebelumnya perseroan dapat di Simpang Belimbing beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, jika PTBA tetap bersikukuh pada harga US$ 5 sen berarti negosiasinya batal dan BUMN itu akan mencari perusahaan lain yang berminat.
"Tiga bulan ini harus sudah ada deal, yes or no. Kalau tidak orang lain kan mungkin mau bangun PLTU-nya, sudah ada yang berminat," tuturnya. (ang/ir)











































