Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
"Peningkatan pendapatan tersebut antara lain dari proyeksi penambahan jumlah pelanggan, efisiensi dan penghematan penggunaan BBM," ujarnya.
Menurutnya, perseroan bisa menekan penggunaan BBM dalam kegiatan produksinya setelah berhasil melakukan diversifikasi energi dari minyak ke gas. Peningkatan pelanggan baru sekitar 5 persen juga memberikan kontribusi yang signifikan kepada pendapatan BUMN itu.
"Kapasitas kita bertambah jadi otomatis pelanggan juga bertambah," katanya.
Ia mengatakan, laba usaha perseroan pada 2009 diproyeksikan bisa meningkat hingga mencapai Rp 10,1 triliun, nilainya meningkat tajam dibandingkan estimasi pendapatan tahun 2008 yang hanya sebesar Rp 3,2 triliun.
Menurutnya, proyeksi pendapatan sebesar Rp 89 triliun tersebut diluar perhitungan pengaruh penurunan tarif dasar listrik (TDL) pada pertengahan Januari tahun ini.
"Dengan penurunan TDL, kita perhitungkan penurunan pendapatan sekitar Rp 1,38 triliun dari target," ujarnya.
Untuk menyiasatinya, perusahaan plat merah tersebut akan mengajukan kompensasi melalui mekanisme subsidi. Ia mengaku akan mengajukan subsidi sebesar Rp 1,4 triliun dalam APBNP 2009. (ang/ir)











































