"Karena premium sudah dinyatakan sebagai BBM non subsidi, maka mestinya hrganya saat ini bisa turun lagi di Rp 3500-3800 per liter. Nanti kalau harga minyak dunia lebih tinggi dari US$ 45 per barel, bisa disesuaikan lagi," ujar pengamat energi dari Reformer Institute Priagung Rahmanto kepada detikFinance, Rabu (14/1/2009).
Harga minyak mentah dunia memang terus turun dan kini berada di bawah US$ 40 per barel. Pada perdagangan hari ini di pasar Asia, minyak jenis light pengiriman Februari naik 1,18 dolar ke level US$ 38,96 per barel. Sementara minyak jenis Brent naik 13 sen ke level US$ 44,96 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini disebabkan premium sudah tidak lagi disubsidi sehingga anggaran untuk subsidi premium sekitar Rp 13,5 Triliun atau 25 persen dari total anggaran subsidi 2009 menjadi tidak ada," ungkap Priagung.
Dengan begitu, lanjut Priagung saat ini pemerintah hanya mensubsidi solar dan minyak tanah saja. "Subsidi BBM sekarang hanya untuk solar sekitar Rp 800 per liter dan minyak tanah sekitar Rp 2500 per liter," jelasnya.
(epi/qom)











































