Harga Premium Masih Bisa Turun di Bawah Rp 4.000

Harga Premium Masih Bisa Turun di Bawah Rp 4.000

- detikFinance
Rabu, 14 Jan 2009 17:24 WIB
Harga Premium Masih Bisa Turun di Bawah Rp 4.000
Jakarta - Harga premium masih bisa turun di bawah Rp 4.000 per liter, meski tanpa disubsidi pemerintah lagi. Harga keekonomian premium plus pajak adalah Rp 3.500-3.800 per liter. Harga itu dengan menggunakan asumsi harga minyak US$ 45 per barel dan kurs rupiah 11.700 per dolar AS.

"Karena premium sudah dinyatakan sebagai BBM non subsidi, maka mestinya hrganya saat ini bisa turun lagi di Rp 3500-3800 per liter. Nanti kalau harga minyak dunia lebih tinggi dari US$ 45 per barel, bisa disesuaikan lagi," ujar pengamat  energi dari Reformer Institute Priagung Rahmanto kepada detikFinance, Rabu (14/1/2009).

Harga minyak mentah dunia memang terus turun dan kini berada di bawah US$ 40 per barel. Pada perdagangan hari ini di pasar Asia, minyak jenis light pengiriman Februari naik 1,18 dolar ke level US$ 38,96 per barel. Sementara minyak jenis Brent naik 13 sen ke level US$ 44,96 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai angka subsidi BBM dalam APBNP 2009 yang turun Rp 33 triliun menjadi hanya Rp 24 triliun, Pri mengatakan bahwa ini disebabkan karena sudah tidak disubsidinya premium.

"Ini disebabkan premium sudah tidak lagi disubsidi sehingga anggaran untuk subsidi premium sekitar Rp 13,5 Triliun atau 25 persen dari total anggaran subsidi 2009  menjadi tidak ada," ungkap  Priagung.

Dengan begitu, lanjut Priagung saat ini pemerintah hanya mensubsidi solar dan minyak tanah saja. "Subsidi BBM sekarang hanya untuk solar sekitar Rp 800 per liter dan minyak tanah sekitar Rp 2500 per liter," jelasnya.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads