Terutama dalam stimulus yang terkait dengan proyek pemerintah termasuk infrastruktur karena berdasarkan pengalaman penyerapan APBN selama ini selalu rendah.
Hal ini disampaikan oleh Ekonomi Standard Charter Bank Fauzi Ikhsan di Gedung Graha Niaga, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
"Stimulus fiskal tidak semuanya bisa direalisasikan kalau pengalaman sebelumnya daya serap APBN itu selalu lambat. Mengejar 5% sulit, asalkan proyek kita berjalan dengan tepat waktu, tapi karena alasan pemilu bisa saja pemerintah mempercepat proyek," katanya.
Ikhsan menegaskan yang penting sekarang ini selain program stimulus, pemerintah juga harus bisa merealisakan dengan cepat anggaran belanja infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan dan lain-lain.
Menurutnya jika stimulus bisa direalisasikan dengan tepat waktu pada tahun ini maka target pertumbuhan ekonomi dari 4,5% sampai 5% bisa tertolong.
Dikatakannya pengalaman beberapa tahun terakhir daya serap APBN dan APBD selalu rendah sehingga bisa berimplikasi juga bagi program stimulus.
"Pembangunan infrastruktur harus lebih cepat pengalaman sebelumnya, manfaatnya tidak akan dirasakan pada semester satu," jelasnya.
(hen/qom)











































