Kemiskinan 2009 Ditargetkan Turun Jadi 12%

Kemiskinan 2009 Ditargetkan Turun Jadi 12%

- detikFinance
Kamis, 15 Jan 2009 16:08 WIB
Kemiskinan 2009 Ditargetkan Turun Jadi 12%
Jakarta - Di tengah krisis ekonomi global yang dihadapi saat ini, pemerintah mencoba untuk menekan tingkat kemiskinan menjadi 12% dari jumlah penduduk di 2009. Pada 2008, tingkat kemiskinan mencapai sekitar 15,4%.

Hal ini dikatakan oleh Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara acara "Perkenalan Pengurus Kadin Indonesia "2008-2013 dan Pertemuan dengan Menko Perekonomian" di Financial Hall, Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (15/1/2009).

"Untuk itu, pemerintah akan bekerja keras untuk menjaga inflasi Indonesia mencapai tingkat yang rendah," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani mengakui sulitnya menjaga tingkat inflasi Indonesia di single digit, karena selama ini inflasi Indonesia selalu mendekati single digit. "Karena itu kita minta pengusaha banyak membantu, karena inflasi yang rendah merupakan keinginan semua pihak," katanya.

Di 2009, Sri Mulyani mengatakan krisis yang terjadi akan berdampak kepada kemiskinan dan pengangguran di Indonesia, yang pada tahun 2008 mencapai tingkat 8,3% atau sebanyak 35 juta orang.

"Pengangguran bisa kita tekan ke 7%, tapi kalau pemerintah tidak cukup baik, pengangguran bisa mencapai 9%," ucapnya.

Pemerintah memperkirakan tanpa kebijakan menahan PHK, pengangguran 2009 bisa mencapai 8,87%. Sedangkan kalau dengan kebijakan menahan laju PHK bisa dilakukan, maka bisa ditekan menjadi 8,4%.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan tetap menjaga konsumsi rumah tangga tetap di level 5% guna menjaga pertumbuhan ekonomi bisa mencapai target 4,5-5,5%.

"Kalau tidak terjadi PHK maka momentum pertumbuhan bisa dijaga, pemerintah juga menaikkan gaji PNS, TNI dan Polri 15% di 2009, lalu BBM diturunkan, harga komoditas juga sedang turun. Semua ini diharapkan bisa menjaga konsumsi tumbuh 5% dan bisa secure pertumbuhan. Pertaruhan kita tinggal di investasi dan ekspor," pungkasnya.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads