Hal ini dikatakan oleh Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara acara "Perkenalan Pengurus Kadin Indonesia "2008-2013 dan Pertemuan dengan Menko Perekonomian" di Financial Hall, Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (15/1/2009).
"Untuk itu, pemerintah akan bekerja keras untuk menjaga inflasi Indonesia mencapai tingkat yang rendah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 2009, Sri Mulyani mengatakan krisis yang terjadi akan berdampak kepada kemiskinan dan pengangguran di Indonesia, yang pada tahun 2008 mencapai tingkat 8,3% atau sebanyak 35 juta orang.
"Pengangguran bisa kita tekan ke 7%, tapi kalau pemerintah tidak cukup baik, pengangguran bisa mencapai 9%," ucapnya.
Pemerintah memperkirakan tanpa kebijakan menahan PHK, pengangguran 2009 bisa mencapai 8,87%. Sedangkan kalau dengan kebijakan menahan laju PHK bisa dilakukan, maka bisa ditekan menjadi 8,4%.
Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan tetap menjaga konsumsi rumah tangga tetap di level 5% guna menjaga pertumbuhan ekonomi bisa mencapai target 4,5-5,5%.
"Kalau tidak terjadi PHK maka momentum pertumbuhan bisa dijaga, pemerintah juga menaikkan gaji PNS, TNI dan Polri 15% di 2009, lalu BBM diturunkan, harga komoditas juga sedang turun. Semua ini diharapkan bisa menjaga konsumsi tumbuh 5% dan bisa secure pertumbuhan. Pertaruhan kita tinggal di investasi dan ekspor," pungkasnya.
(dnl/lih)










































