RI Susah Cari Utangan untuk Menutup Defisit

RI Susah Cari Utangan untuk Menutup Defisit

- detikFinance
Kamis, 15 Jan 2009 16:47 WIB
RI Susah Cari Utangan untuk Menutup Defisit
Jakarta - Pemerintah mengakui sulitnya mencari pendanaan defisit lewat utang di tengah kondisi likuiditas dunia yang ketat saat ini. Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain yang saat ini juga sedang berlomba mencari sumber pendanaan defisitnya.

Pemerintah harus berupaya mencari pendanaan dari luar untuk menutup defisit yang targetnya dinaikkan menjadi 2,5% dari PDB atau Rp 132 triliun.

Hal ini dikatakan oleh Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara acara "Perkenalan Pengurus Kadin Indonesia "2008-2013 dan Pertemuan dengan Menko Perekonomian" di Financial Hall, Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (15/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sulit mencari borrowing saat ini, karena semua negara saat ini mengalami defisit anggarannya dan mereka pasti menerbitkan surat utang. Artinya Indonesia akan bersaing untuk merebut capital di dunia yang masih sulit," tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan anggaran 2009 akan mengalami tekanan yang besar dimana penerimaan pajak turun Rp 44 triliun, selain itu ekonomi melambat dan harga komoditi turun, tapi belanja dijaga tetap besarannya.

"Karena itu defisit naik jadi 2,5%. Subsidi energi dan pangan tetap dijaga untuk menjaga konsumsi masyarakat, belanja Kementerian/Lembaga tidak dipotong dulu," ujarnya.

Untuk menutup defisit ini, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan menggunakan seluruh SILPA APBN 2008 sebesar Rp 51 triliun dan tambahan pinjaman untuk menutup defisit tersebut.

"But government is willing to take deeper pocket dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada. Penerimaan pajak turun Rp 44 triliun karena penurunan PPh. Jadi 2009 is very challenging," pungkasnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads