Menkeu: Target Pertumbuhan Ekspor 5% di 2009 Sangat Sulit

Menkeu: Target Pertumbuhan Ekspor 5% di 2009 Sangat Sulit

- detikFinance
Kamis, 15 Jan 2009 17:19 WIB
Jakarta - Pemerintah mengakui target pertumbuhan ekspor 2009 yang dipatok sebesar 5,9% sangatlah berat di tengah krisis ekonomi yang melanda negara-negara tujuan ekspor.

Demikian disampaikan Menkeu sekaligus Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani di acara acara "Perkenalan Pengurus Kadin Indonesia "2008-2013 dan Pertemuan dengan Menko Perekonomian" di Financial Hall, Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (15/1/2009).

"Target pertumbuhan ekspor di 2009 yang sebesar 5,9% sangat berat, mengingat penurunan pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa dan Jepang," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengatasinya, ada beberapa langkah konkrit yang diperlukan untuk mendongkrak ekspor seperti memperlancar logistik dan mengamankan impor ilegal.

Pengamanan impor ilegal, terutama untuk barang-barang konsumsi juga dibutuhkan untuk memastikan bahwa peningkatan daya beli masyarakat dinikmati terutama untuk produk-produk dalam negeri. Secara jangka panjang, hal ini tentunya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5%.

"Untuk pertumbuhan ekonomi, dilihat dari sumber pertumbuhan untuk capai 5% di 2009 terbesar dari konsumsi masyarakat. Sehingga kita perlu stimulasi pasar dalam negeri. Kita amankan impor ilegal atas barang-barang konsumsi," katanya.

Modal ASEI

Sri Mulyani juga menyatakan bahwa masalah likuiditas kini bukan masalah utama lagi. Yang menjadi fokus utama adalah bagaimana meningkatkan asuransi dan garansi untuk trade fianncing.

"Itu penting untuk tingkatkan ekspor," tambahnya.

Karena itu, pemerintah memutuskan untuk meningkatkan modal PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) selain juga melakukan promosi-promosi Indonesia ke luar negeri.

"Kita juga tingkatkan promosi yang harus dipromosikan adalah di Sang Hai Expo 2010. Kita akan punya paviliun Indonesia yang pengunjungnya diperkirakan mencapai 77 juta orang. Kita harus pakai itu promosikan Indonesia," jelasnya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads