Mandala Tidak Ingin Kena Black List Uni Eropa

Mandala Tidak Ingin Kena Black List Uni Eropa

- detikFinance
Jumat, 16 Jan 2009 09:48 WIB
Mandala Tidak Ingin Kena Black List Uni Eropa
Jakarta - Maskapai penerbangan nasional Mandala Airlines berupaya semaksimal mungkin untuk tidak masuk dalam katagori maskapai domestik yang terkena larangan terbang ke Uni Eropa (UE), menyusul review UE terhadap larangan terbang beberapa bulan ke depan.

"Meski kita tidak punya kepentingan terbang kesana kita nggak mau kena blacklist," kata Head of Corporate Communication Mandala Airlines Trisia Megawati KD dalam acara konferensi pers di Bandara Juanda, Kamis malam, Surabaya (15/1/2009).

Menurut Trisia dunia penerbangan Indonesia masih harus banyak berbenah dalam banyak hal. Banyaknya kasus kecelakaan beberapa tahun lalu dan buruknya pelayanan menempatkan Indonesia menjadi negara kedua setelah India dalam urusan kecelakaan penerbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Image Indonesia sebagai negara yang masih sering menggunakan pesawat-pesawat bekas pun belum terhapuskan hingga kini. Pada kenyataannya, maspakai dalam negeri memang masih banyak yang menggunakan pesawat-pesawat uzur.

Bahkan masalahnya bukan hanya itu saja, hingga kini pihak Uni Eropa masih menerapkan larangan bagi maskapai penerbangan Indonesia termasuk yang dialami Garuda Indonesia.

"Peluang buat Mandala masih ada, kesempatan lain yaitu, citra Indonesia dimata dunia yang kurang bagus. Indonesia, nomor dua setelah India untuk jumlah kecelakaan. Ini adalah peluang, kalau Mandala bisa berubah dan merestrukturisasi," katanya.

Trisia menjelaskan bahwa maskapai penerbangan domestik perlu berbenah diri khususnya dalam menyambut udara bebas ASEAN tahun 2010 agar maskapai lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Salah satu yang paling fundamental yang dilakukan Mandala adalah sudah merestrukturisasi armadanya dengan usia muda dengan mendatangkan produk Airbus A320 dan A319 yang paling Gres sejak tahun 2008. Otomatis mulai awal tahun ini dan seterusnya Mandala akan beroperasi dengan pesawat Airbus dengan usia rata-rata dibawah 15 bulan.

"Kalau yang benar-benar zero jam terbangnya akan kita mulai didatangkan di tahun 2010," jelasnya.

Peluang bisnis penerbangan di Indonesia sangat menggiurkan dengan potensi 245 juta penduduk, sehingga dipastikan pada tahun depan pertumbuhan permintaan terhadap jasa penerbangan akan tumbuh signifikan. Untuk itu pihaknya juga siap bersaing menyambutnya dengan armada-armada baru.

Seperti di ketahui pihak pemegang saham mayoritas Mandala yang berasal dari AS telah membenamkan dana hingga US$ 1,8 miliar lebih untuk membeli ratusan pesawat baru bagi seluruh anak perusahaannya. Termasuk Mandala yang diberikan 30 pesawat baru, mulai didatangkan mulai tahun 2010 sampai 2014 dengan harga per pesawatnya mencapai US$ 63 juta.

Trisia menegaskan bahwa pihaknya pada tahun 2009 ini dan selanjutnya akan masih fokus pada pasar domestik meski peluang pasar regional (ASEAN) cukup besar kedepannya. Namun pilihan memperkuat basis layanan pasar domestik akan masih menjadi prioritas sebelum melangkah ke regional.

"Jumlah 6-7 juta pemumpang kami targetkan pada 2009, dari target 2008 yang hanya 5 juta penumpang, hasil perhitungan sementara jumlahnya sudah positif lebih dari 5 juta penumpang di tahun lalu," imbuhnya.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads