Suryadharma menjelaskan, setelah peristiwa pelemparan sepatu ke Presiden Bush tersebut, dirinya meresmikan kampung sepatu dan sandal di Sidoarjo atau disingkat Kampoes pada 28 Desember lalu.
Terinspirasi mahalnya sepatu Zaidi, Suryadharma pun memesan 100 pasang sepatu di kampung tersebut. Satu sepatu ala Zaidi didapatnya dengan harga Rp 200.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selisihnya akan disumbangkan ke siswa berprestasi tapi nggak mampu di Sidoarjo. Sepatu itu dikasih nama Mazda, singkatan dari Muntazar Zaidi Sumber Daya Alam Sidoarjo," tambahnya.
Namun ia mengakui bahwa harga jual sepatu 'Mazda' yang mencapai Rp 1 juta terlalu mahal sehingga hingga kini pesanannya belum terlalu banyak. "Saya mau turunin ke Rp 500 ribu," ujarnya lagi.
Terkait peresmian 'Kampoes', Ketua PPP itu mengakui bahwa hal tersebut lantas banyak dikaitkan dengan masalah politik. "Padahal tidak, sepatu ini semata-mata untuk mempopulerkan kampung sepatu dan sandal di Sidoarjo," kilahnya.
'Kampoes; ini juga ditujukan untuk merevitalisasi kampung sepatu yang sudah lama tenggalam. Padahal kampung sepati itu banyak dihuni oleh pengrajin yang turun temurun.
"Disana ada istana sepatu dan sandal dan produk-produk kulit," ujarnya.
Kementerian koperasi pun membantu para UKM di Kampoes tersebut melalui pemasaran, termasuk permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
(qom/ir)











































