Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (16/1/2009).
"Kemarin (akhir tahun), sudah turun fuel surcharge 12%, yang sekarang rencana kita turunkan angkanya sama, mulai pertengahan Januari," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga avtur tidak mengiku trend harga minyak mentah, avtur itu pasarnya beda, tergantung suppy demand juga," jelasnya.
Emir mencontohkan pergerakan harga minyak yang lebih dari 50% dari US$ 90 per barel hingga menjadi US$ 40 per barel tidak otomatis akan menurunkan harga avtur sampai 50% juga.
Seperti diketahui beberapa hari ini dan kedepannya banyak maskapai sudah yang mengumumkan penurunan tarif fuel surcharge menyusul pengumuman penurunan harga avtur dari PT Pertamina (persero). Diantaranya Mandala Airline yang berencana akan mengumumkan penurunan pada pekan depan.
(hen/lih)











































