Demikian disampaikan Corporate Secretary Pertamina Toharso di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (16/1/2009).
"Hal ini disebabkan sehari sebelum BBM turun ada kecenderungan menahan diri untuk membeli sehingga terjadi penurunan omzet," ujarnya.
Toharso menambahkan, kenaikan penjualan ini bisa teratasi karena Pertamina telah mengantisipasi kekosongan di SPBU dengan menyalurkan stok BBM hingga 110% dari rata-rata normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tanggal 15 Desember, Pertamina telah menyalurkan premium sebanyak 58.043 KL atau 115,7% dari normal, solar sebanyak 57.700 KL atau 107,4% dari normal dan minyak tanah sebanyak 22.454 KL atau 131,5% dari normal.
Sementara untuk stok premium saat ini mencapai 15,8 hari yaitu sebesar 881.110 KL, solar stoknya cukup untuk 40,6 hari, dan minyak tanah 486.800 KL untuk 45,3 hari.
Mengenai sistem penebusan Delivery Order (DO) dengan MYSAP, Toharso menyatakan sudah mulai beroperasi dengan baik.
"Sistem ini akan menguntungkan bagi Pertamina dan konsumen (pengusaha SPBU). Melalui sistem ini Pertamina akan mendapatkan data up to date dan dapat memonitor stok dan transaksi yang dilakukan online," paparnya. (epi/lih)











































