"Kementerian Qatar juga telah memerintahkan pimpinan kantor perwakilan perdagangan Israel untuk meninggalkan Doha dan memberinya memorandum resmi terkait keputusan Qatar untuk menutup biro," jelas kantor berita pemerintah Qatar yang mengutip pejabat departemen luar negerinya, seperti dikutip dari AFP, Senin (19/1/2009).
Para pejabat yang berada di kantor perwakilan perdagangan itu diberi waktu 7 hari untuk meninggalkan Doa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qatar dan Mauritania pada Jumat lalu telah memutuskan untuk menghentikan sementara hubungan dengan Israel dalam 'Arab Summit' yang berlangsung di Doha.
Israel telah mengumumkan gencatan senjata untuk mengakhiri serangan ke Hamas selama 22 hari. Konflik tersebut sejauh ini telah menewaskan 1.245 orang, termasuk 400 anak-anak dan melukai 5.300 orang lainnya.
Israel mulai menarik pasukannya dari Gaza setelah gencatan senjata berlaku efektif pada Minggu, 18 Januari pukul 2 dini hari waktu setempat. Namun pemerintah Israel mengancam, militernya akan kembali melancarkan serangan jika diserang Hamas.
(qom/ir)











































