Layakkah Depo Plumpang Beroperasi?

Layakkah Depo Plumpang Beroperasi?

- detikFinance
Senin, 19 Jan 2009 12:05 WIB
Layakkah Depo Plumpang Beroperasi?
Jakarta - Belum lepas dari ingatan kita saat Depo Plumpang tergenang banjir pada Februari 2007. Kini bencana lain menimpa Depo tercanggih Pertamina ini dengan terbakarnya tanki premium nomor 24. Masih layak beroperasikah Depo ini?

Menurut Direktur Eksekutif ReoforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto, Depo Plumpang sesungguhnya tidak layak memenuhi standar sebuah penyimpanan BBM skala besar.

Depo ini berlokasi terlalu dekat dengan pemukiman penduduk dan tidak terlindungi dari ancaman sabotase ataupun teroris. Pertamina sendiri bercita-cita menjadikan Depo Plumpang sebagai depo kelas duniadalam waktu dekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang harus ditinjau lagi. Terlalu dekat dengan pemukiman dan tidak terisolir. Sudah tidak layak lagi. Harusnya bebas banjir dan terisolir. Kalau sekarang kan ibaratnya dilempar sesuatu juga bisa. Sebelumnya juga ditemukan bahan peledak di sekitar Plumpang," katanya ketika dihubungi detikFinance, Senin (19/1/2009).

Menurut Pri Agung, jarak ideal antara pagar pembatas tanki dengan pagar terluar seharusnya minimal 300 meter. Selain itu lokasi ini juga harus dilengkapi dengan saluran air yang memadai dan pelindung dari ancaman sabotase ataupun teroris.

"Di Indonesia, aspek security dari sabotase dan teroris memang belum terlalu dipikirkan. Yang menjadi fokus baru sebatas masalah kemanan stok atau pasokan. Dan ini bukan hanya Depo Plumpang, depo-depo lainnya juga tidak lebih baik. Masih rawan," katanya.

Terkait masalah kerugian, menurut Pri Agung mungkin tidaklah besar jika hanya menghitung jumlah premium yang dihabiskan si jago merah. Dengan jumlah premium yang terbakar sebanyak 1.300 KL dan asumsi harga premium Rp 4.000 per liter, maka kerugiannya sekitar Rp 5,2 miliar.

"Kalau hanya menghitung premium, dengan jumlah segitu mungkin tidak banyak. Jumlah segitu mungkin hanya setengah hari kebutuhan Jabodetabek. Tapi ini menjadi pesan bahwa keamanan BBM tidak bisa dianggap remeh," tambahnya.



(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads