Demikian disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal dalam keterangan pers di Depo Plumpang, Jakarta, Senin (19/1/2009).
Seperti diketahui, dalam tanki 24 ada 1.300 KL premium yang terbakar. Selain itu, ada puluhan KL premium lainnya yang berada di tanki sekitar tanki 24 yang kemungkinan tidak bisa dipakai lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk kerugian dari terbakarnya tanki, hingga saat ini belum diketahui karena tanki tersebut dibuat tahun 1972.
"Untuk tanki, karena (buatan) tahun 1972 belum tahu nilainya. Kerugian alat pemadam kebakaran, semua hal terkait akan dihitung lagi," tambahnya.
Meski dibuat tahun 1972, namun Faisal menegaskan bahwa tanki itu sudah melalui uji coba dan sertfikasi sehingga layak digunakan.
"Tanki sudah dijuji coba dan sertifikasi. Sudah layaj. Bukan hanya Pertamina yang kontrol, tapi juga asuransi," katanya.
Asuransi Tugu Pratama
Dirut Pertamina Ari Soemarno menjelaskan, peristiwa di Depo Plumpang ini dilindungi oleh asuransi Tugu Pratama.
"Asuransi Tugu Pratama," jawab Ari singkat ketika ditanya perusahaan asuransi Depo Plumpang ini.
Tugu Pratama merupakan anak usaha Pertamina yang rencananya akan dilepas ke pubik tahun ini.
(lih/qom)











































