Demikian disampaikan Wapres Jusuf Kalla saat memberi sambutan di acara INDOGAS di JCC, Jakarta, Senin (19/1/2009).
"Kita optimis RI akan kembali jadi produsen gas terbesar di dunia. Dekade selanjutnya adalah masanya Indonesia mengekspor (gas), saya yakinkan Anda," tegas JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan kini ada Tangguh (Papua) dan ke depan mungkin Natuna," katanya.
Untuk menggarap semua potensi itu, pemerintah pun berupaya menggenjotnya dengan memberikan sejumlah insentif dan promosi-promosi lainnya.
"Pemerintah mengupayakan investasi migas agar banyak yang masuk di Indonesia. Oleh karenan itu pemerintah mengadakan sejumlah insentif termasuk fiskal. Saya yakinkan Anda, kebijakan di Indonesia akan menguntungkan negara dan Anda sebagai operator. Kita punya kebijakan yang bagus. Jangan ragu untuk investasi di sini," katanya berprommosi.
Meski begitu, pemerintah hanya akan mengekspor gas jika pasokan dalam negeri memang tercukupi. Karena di masa datang, kebutuhan gas domestik juga diperkirakan akan meningkat seiring tumbuhnya sektor industri dalam negeri.
"Suplai gas di luar negeri saat ini memang ketat. Tapi permintaan domestik juga tinggi. Dulu lebih dari 90% gas diekspor, sekarang kita harus berbagi dengan domestik karena industri juga butuh. Dan itu akan ciptaan lapangan kerja," katanya.
(lih/qom)










































