Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menjelaskanya disela-sela acara INDOGAS di JCC, Jakarta, Senin (19/1/2009).
"Memang betul ada beberapa yang alami kekurangan karena keterlambatan sebab supply entry point dialihkan ke Padalarang, Cikampek dan Tanjung Gerem," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari Tanjung Gerem sudah disiapkan 30 matrik ton BBM yang akan disalurkan ke daerah Tangerang dan Jakarta Barat. Selain itu di Depo Plumpang kini tersedia 140 matrik ton BBM yang standby.
Dengan pasokan tersebut, ketahanan stok BBM di Jabodetabek saat ini menjadi 7,5 hari atau memang turun dari keadaan normal yang sebanyak 9 hari.
"Hal ini karena daya tampung yang berkurang," katanya.
Meski begitu, keterlambatan pasokan BBM tersebut akan segera dikejar sehingga BBM untuk wilayah Jabodetabek akan kembali normal.
"Saya baru terima laporan dari Plumpang. Police line sudah diangkat. Keterlambatan ini akan dikejar, meski sebenarnya di SPBU cukup karena hari Sabtu stok banyak di pompa bensin. Kalaupun kelangkaan terjadi, itu karena warga panik," katanya.
(lih/ir)











































