Β
"Total capex kita tahun 2009 besarnya Rp 57 T triliun kita butuh pinjaman Rp 30 trilun, dana sendiri Rp 24 triliun, sisanya APBN, khususnya untuk obligasi masih kita lihat dulu situasi pasar," kata Dirut PLN Fahmi Mochtar di kantor Kementerian BUMN, Senin (19/1/2009).
Β
Fahmi belum bisa memastikan dari rencana pinjaman Rp 30 triliun tersebut berapa besar yang akan didapat dari obligasi. Ia mencontohkan pada tahun 2008 dari target penjualan global bond Rp 1,5 triliun ternyata terealisasi Rp 2,2 triliun.
"Kita akan kombinasikan antara perbankan dan dan obligasi," jelasnya.
Β
Sementara itu Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara di tempat yang sama menambahkan bahwa skema yang paling memungkinkan adalah melalui pinjaman perbankan atau lembaga pembiayaan diantaranya menerbitkan obligasi, baik global maupun domestik.
Β
Dikatakannya situasi pasar yang belum pulih akibat hantaman krisis finansial global membuat PLN masih menghitung-hitung beberapa kemungkinan.
"Kami lihat dulu, karena pasar masih belum bagus," kata Rudi.
(hen/lih)











































