Harga Minyak Turun ke US$ 34

Harga Minyak Turun ke US$ 34

- detikFinance
Selasa, 20 Jan 2009 08:26 WIB
Harga Minyak Turun ke US$ 34
London - Harga minyak mentah kembali mengalami tekanan setelah Rusia dan Ukraina mencapai kesepakatan harga gas baru selama 10 tahun.  

Kesepakatan harga gas Rusia-Ukraina itu sebagai jalan untuk kembali menyuplai gas Eropa yang sempat bermasalah dan membuat masyarakat makin susah di musim dingin ini.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas di jalur Gaza juga menjadi perhatian pelaku pasar, karena berkurangnya sejenak sentimen yang bisa memanaskan harga minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun yang paling utama pelemahan harga minyak ini karena pelaku pasar melihat terus melemahnya permintaan minyak dunia karena belum pulihnya ekonomi global.

"Sekarang ini sentimen yang mendominasi benar-benar masalah ekonomi bukan geopolitik," kata Harry Tchilinguirian, analis dari BNP Paribas seperti dilansir dari Reuters, Selasa (20/1/2009).

Harga minyak di London untuk patokan minyak light New York pengiriman Februari turun US$ 2,21 menjadi US$ 34,30 per barel.

Para pialang minyak mengatakan harga minyak untuk kontrak Februari telah habis masanya, karena akan ditentukan harga minyak untuk kontrak bulan berikutnya.

Harga minyak kontrak berubah setiap tanggal 20. Dengan kecenderungan dolar AS yang menguat dan harga saham yang naik, kontrak bulan Maret diprediksi cenderung turun.

Sepanjang Februari kontrak minyak diperdagangkan hanya 3.100 lot, namun di bulan Maret diperkirakan akan lebih ramai dan bisa lebih dari 31.000 lot yang berpindah tangan.

Sementara harga minyak jenis Brent di London sudah memakai harga kontrak untuk bulan Maret. Dimana untuk pengiriman Maret harganya turun US$ 2,16 menjadi US$ 44,41.         

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads