Peringkat lain yang dipertahankan adalah peringkat IDR untuk jangka pendek di 'B' dan Country Ceiling di 'BB+'. Outlook untuk seluruh peringkat tersebut tetap 'Stabil'.
"Ketetapan outlook atas peringkat utang Indonesia sejalan dengan kekuatan fundamental dari kehati-hatian fiskal melawan risiko yang mendasari pendanaan eksternal Indonesia," ujar Ai Ling Ngiam, Direktur Fitch Sovereign Ratings, dalam siaran persnya, Selasa (20/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, upaya untuk meningkatkan pendapatan yang sudah dilakukan Indonesia sejak tahun 2005 telah membantu meningkatkan pendapatan hingga mencapai 21% dari PDB di tahun 2008, yang merupakan angka tertinggi dalam 2 dekade terakhir.
Ditambah dengan belanja negara yang lebih lambat dari proyeksi, hasilnya adalah defisit anggaran sebesar 0,1% dari PDB di tahun 2008. Angka defisit tersebut lebih rendah dari nilai tengah untuk peringkat 'BB' yang sebesar 1,1% dari PDB.
Sementara Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) APBN 2008 yang mencapai 1% dari PDB, juga telah membuat Indonesia memiliki lebih banyak ruangan untuk memberikan stimulus fiskal. Defisit APBN 2009 pun direvisi menjadi 2,5% untuk membantu meningkatkan daya beli masyarakat miskin, biaya pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang pada akhirnya bisa mengurangi jumlah pengangguran.
Hal itu sejalan dengan proyeksi Fitch atas perekonomian Indonesia yang kemungkinan hanya mencapai 3,9% di 2009, dibandingkan 6% di 2008.
Fitch juga memperkirakan utang pemerintah akan mencapai 30,3% dari PDB pada 2009, yang merupakan level terendah sejak tahun 1996 dan sejalan dengan nilai tengah peringkat 'BB'.
Terkait dengan pemilu, Fitch memperkirakan bisa berlangsung aman tanpa gangguan yang berarti sebagaimana pemilu tahun 2004.
(qom/ir)











































