UKM Indonesia Masih Pede Hadapi Krisis

UKM Indonesia Masih Pede Hadapi Krisis

- detikFinance
Selasa, 20 Jan 2009 15:38 WIB
UKM Indonesia Masih Pede Hadapi Krisis
Jakarta - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia termasuk paling percaya diri dibandingkan UKM di kawasan Asia lainnya. Di tengah-tengah ketidakpastian akibat krisis, UKM Indonesia tetap mempertahankan pertumbuhan dan karyawannya.

Demikian hasil survei "Asia-Pacific Small Business Confidence Survey" untuk kuartal IV-2008 yang diadakan HSBC dan lembaga riset terkemuka TNS, dan dipaparkan, Selasa (20/1/2009).

"Di tengah-tengah kondisi pasar pada kwartal keempat 2008, hasil survei kami menunjukkan bahwa UKM Indonesia masih cenderung memiliki pandangan ke depan yang optimis," ujar Steven Miller, Head of Small and Medium Enterprises HSBC IndonesiaΒ  .

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Miller, UKM Indonesia mengambil pendekatan konservatif dalam aktifitas dan investasi mereka, dan secara umum mereka masih tetap kokoh dalam menghadapi tantangan di tahun 2009.Β  Β 

Survei kali ini juga melakukan pelacakan terhadap tingkat kepercayaan UKM di Asia. Hasilnya, tingkat kepercayaan UKM di Indonesia tahun ini berada di atas rata-rata regional Asia. Hasil 10 negara dan teritori ini ditimbang berdasarkan PDB masing-masing untuk mendapatkan tingkat kepercayaan regional.

Berdasarkan survei tersebut, UKM Indonesia cenderung mempertahankan rencana balanja modal mereka, 50% UKM tetap mempertahankan tingkat belanja modal mereka dan bahkan 24% UKM berencana untuk meningkatkan belanja modal mereka di tahun 2009. Sementara sebagian besar UKM di Asia mengurangi rencana belanja modal mereka.

Sementara dari sisi rekrutmen karyawan, 80% UKM Indonesia berencana untuk mempertahankan karyawannya dan bahkan 13% berencana meningkatkan jumlahΒ  karyawan. Hanya sebagian kecil UKM, yakni kurang dari 10% yang berencana mengurangi jumlah karyawannya. Hasil ini sejalan dengan pandangan regional di tengah tahun pertama 2009, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil survei. Di level regional, Bangladesh menduduki peringkat pertama dalam rencana untuk menambah jumlah karyawan.

Selain itu, 63% UKM di Indonesia juga masih percaya bahwa mereka dapat mempertahankan volume perdagangannya dengan China, dan 22% bahkan berencana menaikkan volume perdagangannya. Bangladesh merupakan negara yang paling optimistis dalam melihat pertumbuhan volume perdagangan dengan Cina (meningkat sebesar 80%), diikuti oleh Vietnam (46%), dan India (29%).

Di level perdagangan regional Asia, 71% UKM Indonesia masih percaya bahwa di tahun 2009 mereka masih dapat mempertahankan volume perdagangan mereka dan 21% percaya akan adanya peluang peningkatan volume. Bangladesh tetap menjadi yang paling optimis akan peningkatan volume perdagangan inter regional (68%), diikuti Vietnam (46%), dan India (37%).

Sedangkan untuk perdagangan dengan negara-negara lain di dunia, 76% UKM di Bangladesh berharap akan adanya volume perdagangan, diikuti Vietnam (45%) dan India (28%). Bagi Indonesia sendiri, 23% UKM Indonesia mengharapkan akan adanya peningkatan volume dan 60% percaya bahwa mereka dapat mempertahankan volume perdagangannya.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa Bangladesh, Vietnam, India, dan Indonesia termasuk ke dalam negara-negara yang paling optimis dalam memandang prospek perekonomian di tengah tahun pertama 2009. Sementara negara-negara 'Macan Tua Asia' seperti Singapura, Taiwan, dan Hong Kong merupakan negara yang paling pesimis.

Survei ini dilakukan dengan menanyakan para pembuat kebijakan di sejumlah perusahaan dengan kategori UKM mengenai pandangan mereka terhadap perekonomian di enam bulan kedepan, rencana mereka untuk menurunkan atau menaikkan rencana investasi modal dan jumlah karyawan, serta harapan mereka terhadap volume perdagangan dengan China Daratan maupun dengan negara Asia lainnya serta negara-negara lain di dunia.


(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads