Menneg BUMN Sofyan Djalil menegaskannya ketika ditemui di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Selasa (20/1/2009).
"Kan tidak harus lima tahun. Bisa lebih panjang bisa lebih pendek.
Bisa juga diperpanjang," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski diberondong dengan pertanyaan yang bertubi-tubi tentang pergantian Ari Soemarno, ternyata Sofyan Djalil memilih untuk tetap bungkam.
"Tunggu saja, sabar. Orang sabar disayang Tuhan," katanya memmbujuk.
Bagi Sofyan, kemungkinan pergantian direksi Pertamina selalu terbuka. Namun ia mengelak menjelaskan ketika ditanya apakah pergantian ini terkait dengan kebakaran yang terjadi di Depo Plumpang akhir-akhir ini.
"Kalau memang mungkin, kan selalu ada kemungkinan. Tenang saja deh pokoknya akan diumumkan. Lihat dulu kesalahannya," tambahnya.
Yang pasti, menurut Sofyan, pergantian direksi Pertamina tidak melulu harus melewati rangkaian forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sebagai BUMN yang sahamnya 100% dimiliki pemerintah, direksi Pertamina bisa saja diganti dengan selembar surat yang ditandatangani Menneg BUMN.
"Ini kan BUMN yang seratus persen sahamnnya milik pemerintah. Dengan SK saya sama dengan RUPS juga. Itu RUPS on paper, kalau saya mau ganti tinggal teken saja," jelasnya.
Sementara secara terpisah, Dirut Pertamina Ari Soemarno ketika ditemui di acara INDOGAS di JCC, Jakarta justru mempertanyakan mengapa banyak pihak yang mencecarnya soal pergantian dirinya.
"Kelihatannya Anda mau saya diberhentikan, itu memang mau kalian kan? Masa Plumpang terbakar direksi juga yang harus tanggungjawab?" katanya sambil tersenyum-senyum saat sebenarnya sedang ditanya tentang hasil investigasi kebakaran di Plumpang.
(lih/qom)











































