Demikian disampaikan Kepala BP Migas R Priyono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (21/1/2009).
"Berdasarkan beberapa anlisis, kita mengusulkan harga minyak di US$ 40 sampai 60 per barel pada 2009," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin menambahkan, penurunan konsumsi sejumlah negara membuat spare capacity minyak dunia pada 2009 mencapai 4,3 juta barel per hari atau sekitar 5,4% dari permintaan dunia.
"Dan spare capacity ini berpotensi mencapai 6 juta barel per hari," katanya.
Sedangkan pada 2010 harga minyak diperkirakan akan sedikit terangkat ke kisaran US$ 50-70 per barel. Hal ini disebabkan dampak pemangkasan produksi OPEC yang akan dilakukan sehingga membuat pasokan minyak mentah dunia semakin ketat.
"Dampak pemangkasan produksi oleh OPEC membuat stok menipis. Ini menyebabkan ketatnya posisi supply demand balance selanjutnya merangsang kenaikan," tambahnya.
(lih/ir)











































