Obama Pesimistis, Sri Mulyani Optimistis Soal Ekonomi

Obama Pesimistis, Sri Mulyani Optimistis Soal Ekonomi

- detikFinance
Rabu, 21 Jan 2009 12:26 WIB
Obama Pesimistis, Sri Mulyani Optimistis Soal Ekonomi
Jakarta - Presiden AS yang baru saja dilantik, Barrack Obama, secara terang-terangan menyebutkan bahwa ekonomi AS sedang dalam masalah yang pelik. Namun bagi Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Indonesia sudah melampaui kondisi AS kini sejak 10 tahun lalu.

Demikian disampaikan Menkeu sekaligus Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani saat mengisi seminar INDOGAS di JCC, Jakarta, Rabu (21/1/2009).

"Tadi malam kita semua mengikuti pelantikan Obama. Saya pikir dalam tiga paragraf terakhir dari pidatonya dia secara eksplisit menyebutkan situasi ekonomi sedang dalam masalah yang pelik. Kebijakan yang dilakukan harus untuk merespons masalah yang fundamental ini. Indonesia sudah melampaui itu, terutama sepuluh tahun lalu ketika kita mengalami krisis yang sama," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani menambahkan, proses yang sudah dilewati Indonesia membuat negara ini mengalami perubahan yang findamental, terutama dalam hal pertumbuhan ekonomi.

Baginya, kondisi Indonesia saat ini terbilang lebih baik dari beberapa negara lainnya. Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih tetap berada di kisaran 6% meski banyak negara lain yang justru mengalami resesi.

"Indonesia sudah mengalami perubahan yang fundamental, Indonesia ada di posisi yang lebih baik dibanding negara lain di dunia. Di saat pertumbuhan negara lain negatif, ekonomi kita tetap tumbuh 6%," tambahnya.

Terutama saat menghadapi pergolakan harga minyak mentah yang sempat melonjak hingga US$ 147 per barel lalu tiba-tiba anjlok ke US$ 40 per barel, Indonesia terbukti mampu bertahan.

"Meski harga minyak asumsi kita terus berubah, Indonesia tetap bisa tumbuh. Ini menunjukkan ekonomi kita kuat. Tapi kita tidak bisa berpangku tangan, kita harus pelihara posisi ekonomi kita dan menghadapi hari depan," katanya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads