Bentuk-bentuk kegiatan yang akan dikembangkan antara lain pertukaran informasi mengenai ilmu pengetahuan dan teknik, pertukaran para ilmuwan dan ahli, transfer dan teknologi.
Di samping itu juga penyelenggaraan pelatihan, seminar dan workshop, kerjasama di bidang pengolahan dan pemasaran komoditas pertanian antara sektor swasta kedua negara, serta bentuk kerja sama lainnya yang disepakati oleh kedua belah pihak. Demikian Pelaksana Fungsi Media KBRI Bratislava Made P. Sentanajaya kepada detikcom, Selasa malam atau Rabu (21/1/2009) WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya kedua menteri telah melakukan pertemuan bilateral membahas berbagai bentuk kegiatan yang dapat dikerjakan bersama di masa depan. Mereka sepakat bahwa yang terpenting dari penandatanganan MoU ini adalah implementasi ke dalam berbagai kegiatan yang disepakati oleh kedua belah pihak di masa-masa akan datang.
Mengakhiri kunjungan kerja di Slovakia, Menteri Pertanian RI dan anggota delegasi, juga melakukan pertemuan bisnis dengan presiden dari The Slovak-Indonesia Chamber of Commerce dan pengusaha Slovakia yang bergerak di bidang pertanian.
Pertemuan dimaksudkan untuk menjajagi berbagai peluang kerjasama sektor swasta kedua negara (private to private) di bidang pertanian dan hasil-hasil perkebunan.
Beberapa hal yang digagas dalam pertemuan tersebut, di antaranya penyelenggaraan seminar mengenai Pertanian Indonesia di Slovakia, rencana untuk upaya pemasaran produk minyak sawit Indonesia ke Slovakia, dan kerja sama antara salah satu perusahaan pertanian Slovakia (OSIVO a.s.) dengan Departemen Pertanian RI dalam hal percobaan pembibitan gandum di Indonesia.
"Penekenan MoU tersebut atas merupakan bukti semakin meningkatnya hubungan dan kerja sama bilateral Indonesia dan Slovakia di bidang ekonomi, khususnya sektor pertanian," tandas Made. (es/es)











































