Menurut Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, kuota BBM subsidi untuk 2010
sengaja diusulkan lebih cepat agar perusahaan yang ingin mengikuti lelang distribusi bisa mempersiapkan diri lebih cepat.
"Ini menjadi penting bagi perusahaan-perusahaan yang akan mengikuti tender penyaluran BBM PSO," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun rincian kuota BBM bersubsidi 2009 yang dialokasikan sebesar 36.854.448 KL adalah premium sebesar 19.444.354 KL atau naik 0,5% dari APBNP 2008, minyak tanah sebesar 5.804.911 KL atau turun 25,7% dari APBNP 2008 dan minyak solar sebesar 11.605.183 KL atau turun 1,3% dari APBNP 2008.
Kuota BBM bersubsidi 2009 tersebut juga mengalami penurunan sekitar 5,5% dari realisasi 2008 sebesar 38.994.548 KL. Sementara realisasi BBM bersubsidi 2008 mengalami kenaikan dari alokasi APBNP 2008 yang sebesar 35.537.746 KL.
Rincian realisasi BBM subsidi 2008 adalah premium sebesar 19.415.681 KL atau naik 13% dari APBN P 2008, minyak tanah sebanyak 7.818.990 KL atau naik 3% dari APBN P 2008, dan minyak solar 11.759.878 KL atau naik 6% dari APBN P 2008. (lih/ir)











































