Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Kadin Mohamad S Hidayat dalam acara roundtable discussion Asosiasi Audit Internal di Hotel Hyatt, Jakarta, Rabu (21/1/2009).
"Masalah yang dihadapi perekonomian Indonesia saat ini membutuhkan kerja keras dari semua pihak. Bagi pemerintah, program stimulasi sektor riil sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi," katanya.
Ia mengatakan, stimulasi tersebut bukan hanya dari sisi insentif fiskal dan alokasi APBN untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus meningkatkan fungsi kordinasi dengan seluruh pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat.
"Termasuk di dalamnya adalah pemberdayaan sektor-sektor ekonomi," katanya.
Ia juga mengatakan, Kadin menyambut baik penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Ia berharap, tren penurunan suku bunga ini bisa dijadikan momentum untuk menata sektor riil lebih baik lagi oleh kalangan perbankan.
"Pilihan-pilihan sektor ekonomi yang layak dikucuri kredit memang akan berkurang, namun potensi bisnis akan tetap ada seiring pemulihan ekonomi dunia yang mulai terjadi dan lahirnya kebijakan-kebijakan otoritas moneter dan fiskal Indonesia dalam rangka stimulasi ekonomi," imbuhnya. (ang/qom)











































