Total investasi sepanjang Januari-Desember 2008 mencapai Rp 154,19 triliun (US$ 17,13 miliar), naik 20,5% dibandingkan tahun 2007 yang sebesar Rp 127,94 triliun (US$ 14,22 miliar).
Demikian penjelasan Deputi bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM, M.M Azhar Lubis disela-sela acara roundtable discussion di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (21/1/2009).
PMA
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor usaha yang paling diminati PMA adalah:
- Transportasi, gudang, komunikasi sebesar US$ 8,529 miliar dengan 35 proyek.
- Industri logam, mesin dan elektronika dengan nilai US$ 1,281 miliar dengan 141 proyek.
- Industri kendaraan bermotor dan transportasi lainnya senilai US$ 756,2 juta dengan 47 proyek.
- Industri kimia dan farmasi US$ 627,8 juta dengan 42 proyek.
- Perdagangan dan reparasi US$ 582,2 juta sebanyak 375 proyek.
Lokasi yang paling disukai PMA adalah:
- DKI Jakarta sebesar US$ 9,927 miliar sebanyak 434 proyek.
- Jawa Barat US$ 2,552 miliar dengan 293 proyek.
- Banten US$ 477,8 juta sebanyak 99 proyek.
- Riau US$ 460,9 juta sebanyak 8 proyek.
- Jawa Timur US$ 457,3 juta sebanyak 73 proyek.
Negara yang paling banyak menanamkan PMA adalah
- Mauritius nilai US$ 6,477 miliar dengan 5 proyek.
- Singapura US$ 1,487 miliar dengan 184 proyek.
- Jepang US$ 1,365 miliar sebanyak 130 proyek.
- Inggris US$ 513,4 juta sebanyak 57 proyek.
- Malaysia US$ 363,3 juta sebanyak 74 proyek.
PMDN
Sementara realisasi investasi PMDN sepanjang tahun 2008 mengalami penurunan sebesar 41,6% dari Rp 34,88 triliun atau US$ 3,88 miliar di tahun 2007 menjadi Rp 20,36 triliun atau US$ 2,26 miliar di tahun 2008. (ir/qom)











































