Realisasi Investasi 2008 Naik 20,5%

Realisasi Investasi 2008 Naik 20,5%

- detikFinance
Rabu, 21 Jan 2009 15:02 WIB
Realisasi Investasi 2008 Naik 20,5%
Jakarta - Penurunan nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tidak mengganggu pertumbuhan investasi 2008. Realisasi investasi 2008 naik 20,5% karena ditopang Penanaman Modal Asing.

Total investasi sepanjang Januari-Desember 2008 mencapai Rp 154,19 triliun (US$ 17,13 miliar), naik 20,5% dibandingkan tahun 2007 yang sebesar Rp 127,94 triliun (US$ 14,22 miliar).

Demikian penjelasan Deputi bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM, M.M Azhar Lubis disela-sela acara roundtable discussion di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (21/1/2009).

PMA


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai investasi PMA sepanjang tahun 2008 mengalami kenaikan 43,8% menjadi Rp 133,83 triliun (US$ 14,87 miliar) dari tahun 2007 yang sebesar Rp 93,06 triliun (US$ 10,34 miliar).

Sektor usaha yang paling diminati PMA adalah:


  1. Transportasi, gudang, komunikasi sebesar US$ 8,529 miliar dengan 35 proyek.
  2. Industri logam, mesin dan elektronika dengan nilai US$ 1,281 miliar dengan 141 proyek.
  3. Industri kendaraan bermotor dan transportasi lainnya senilai US$ 756,2 juta dengan 47 proyek.
  4. Industri kimia dan farmasi US$ 627,8 juta dengan 42 proyek.
  5. Perdagangan dan reparasi US$ 582,2 juta sebanyak 375 proyek.


Lokasi yang paling disukai PMA adalah:


  1. DKI Jakarta sebesar US$ 9,927 miliar sebanyak 434 proyek.
  2. Jawa Barat US$ 2,552 miliar dengan 293 proyek.
  3. Banten US$ 477,8 juta sebanyak 99 proyek.
  4. Riau US$ 460,9 juta sebanyak 8 proyek.
  5. Jawa Timur US$ 457,3 juta sebanyak 73 proyek.

Negara yang paling banyak menanamkan PMA adalah


  1. Mauritius nilai US$ 6,477 miliar dengan 5 proyek.
  2. Singapura US$ 1,487 miliar dengan 184 proyek.
  3. Jepang US$ 1,365 miliar sebanyak 130 proyek.
  4. Inggris US$ 513,4 juta sebanyak 57 proyek.
  5. Malaysia US$ 363,3 juta sebanyak 74 proyek.

PMDN


Sementara realisasi investasi PMDN sepanjang tahun 2008 mengalami penurunan sebesar 41,6% dari Rp 34,88 triliun atau US$ 3,88 miliar di tahun 2007 menjadi Rp 20,36 triliun atau US$ 2,26 miliar di tahun 2008. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads