TDL Turun, PLN Bisa 'Meninggal'

TDL Turun, PLN Bisa 'Meninggal'

- detikFinance
Kamis, 22 Jan 2009 10:55 WIB
TDL Turun, PLN Bisa Meninggal
Jakarta - Jika Tarif Dasar Listrik (TDL) diturunkan, ternyata bisa berakibat gawat. Dengan TDL yang sekarang saja, PLN sudah banting tulang bertahan hidup. Apalagi jika TDL benar-benar akan diturunkan, bisa-bisa BUMN listrik ini bakal 'meninggal'.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VII Soetan Batoegana sebelum  rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi VII DPR RI di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
 
"Seharusnya TDL ini jangan diturunkan karena sudah sangat murah. Kalau diturunkan maka PLN bisa 'meninggal' karena dengan TDL sekarang PLN masih merugi apalagi jika diturunkan," jelas Soetan.
 
Penurunan tarif TDL ini, imbuh Soetan, juga akan membuat investor yang akan berinvestasi di sektor listrik tidak mau masuk ke Indonesia.

"Kalau sampai diturunkan, investor listrik akan lari karena harga tidak kompetitif. Kan mereka juga tidak mau rugi," ungkap politisi Partai Demokrat ini.
 
Soetan menyarankan, TDL justru sebaiknya dinaikan hingga 40% agar PLN dapat menutupi biaya produksinya. Kenaikan TDL terjadi terakhir kali pada 2005. Sejak itu, meski harga BBM sudah naik turun berkali-kali, TDL belum berubah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak tahun 2005 TDL ini kan tidak pernah dinaikan. Kalau TDL dinaikan 40%, itu baru aman. Namun sepertinya akan sulit karena ada nilai sosial di sana. Sebab ini kan untuk rakyat dan semua ditanggung pemerintah," katanya.

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads