Subsidi Listrik 2009 Diusulkan Turun

Updated

Subsidi Listrik 2009 Diusulkan Turun

- detikFinance
Kamis, 22 Jan 2009 13:12 WIB
Subsidi Listrik 2009 Diusulkan Turun
Jakarta - Pemerintah mengajukan penurunan subsidi listrik tahun berjalan 2009 dari Rp 51,94 triliun pada APBN 2009 menjadi Rp 41,86 triliun pada APBNP 2009. Penurunan subsidi sekitar Rp 10 triliun ini dipicu harga minyak yang anjlok dari US$ 80 per barel menjadi US$ 45 per barel.
 
Hal ini disampaikan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, J Purwono dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi VII DPR RI di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
 
"Perubahan asumsi subsidi listrik menjadi Rp 41,86 triliun karena ada perubahan asumsi nilai tukar rupiah dari Rp 9.400 menjadi Rp 11.400 dan asumsi ICP berubah dari US$ 80 per barel menjadi US$ 45 per barel," jelas  J Purwono.
 
Untuk asumsi lainnya seperti alpha untuk BBM PLN sebesar 5%, pertumbuhan listrik 7%, volume penjualan tenaga listrik sebesar 139,99 Twh, susut jaringan 10,40% dan margin usaha 1% tidak mengalami perubahan.
 
Seperti diketahui dalam APBN 2009, alokasi anggaran subsidi listrik tahun ini sebesar Rp 45,96 triliun. Rinciannya adalah subsidi tahun berjalan 2009 sebesar Rp 51,94 triliun, kekurangan subsidi (audited) dari 2008 Rp 5,48 triliun. Sehingga total kebutuhan subsidi adalah Rp 57,42 triliun.
 
Namun karena PLN diminta melakukan penghematan, subsidi bisa berkurang karena ada program penghematan subsidi Rp 6,17 triliun dan DMO batubara 30% sebesar Rp 5,29 triliun. Total subsidi listrik yang dibebankan ke APBN pun menjadi hanya Rp 45,96 triliun.
(epi/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads