Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo disela-sela acara INDOGAS di JCC, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
"Sementara jalan dulu karena kami belum dapat penggantinya, diperpanjang sampai penggantinya siap," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evita menambahkan, pemerintah hingga kini masih memproses pengganti Chevron sebagai operator di Blok Langgak. Setidaknya ada dua hingga tiga calon yang sedang dievaluasi.
"Kita masih pilih, ada dua atau tiga calon. Tapi bukan Chevron sendiri, karena bagi dia ini kecil," katanya.
Blok Langgak yang kini sudah berproduksi menghasilkan sekitar 400-500 barel minyak per hari. Ini sekitar 10% dari total produksi Chevron yang sekitar 400 barel lebih.
Chevron pun tidak mengajukan rencana pengembangan (PoD/Plan of Development) karena memang berniat melepaskan blok tersebut.
"Chevron nggak mengajukan PoD, karena mereka tahu mereka akan lepaskan itu. Tapi diperpanjang karena lagi proses pemilihan. Kami yang minta untuk diperpanjang dulu," tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah daerah Riau juga pernah menyatakan keinginannya untuk mengelola blok tersebut. Ini adalah kesekian kalinya kontrak Chevron di Blok Langgak diperpanjang dengan alasan yang sama.
(lih/ir)










































