Presiden JETRO Michitaka Nakatomi telah menemui Menteri Perindustrian Fahmi Idris pada Kamis kemarin (22/1/2009) menyatakan komplainnya terhadap hal-hal tersebut.
"Kedatangan mereka kemarin ingin mereview kerjasama Indonesia -Jepang, termasuk menanyakan perkembangan di berbagai bidang. Mereka komplain, masalah penyelundupan, perpajakan, termasuk soal prosedur custome clearance," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian Fauzi Aziz saat dihubungi detikFinance, Jumat (23/1/2009).
Dikatakan Fauzi, pihak JETRO mendesak segera adanya perbaikan masalah perdagangan termasuk soal penyelundupan, bea cukai, pajak dan lain-lain.
Namun menurut Fauzi desakan-desakan itu tidak berimbang karena diakuinya Jepang pun harus melakukan pembenahan. Contohnya pembenahan program pendampingan yang dijanjikan Jepang diantaranya program MIDEC dalam kerangka IJEPA.
"Pak menteri menekankan, agar Jepang maju kita juga masuk. Kita juga menilai sekarang ini kerjasama asistensi melalui MIDEC, selama ini macet dibeberapa sektor, tolong juga sampaikan ke pemerintah Jepang," katanya.
Seperti diketahui Manufacturing Industry Development Center (MIDEC) atau semacam program pendampingan sebagai implementasi kerjasama Indonesia-Jepang yang tertuang dalam Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) telah dijanjikan oleh Jepang untuk diberikan kepada sektor industri di Indonesia.
"Semua produk yang terkait dengan kerjasama dengan Jepang ditujukan untuk mengisi pasar Jepang," jelasnya.
(hen/ir)










































