3 Importir LHE Insyaf, Beralih Jadi Produsen

3 Importir LHE Insyaf, Beralih Jadi Produsen

- detikFinance
Jumat, 23 Jan 2009 16:38 WIB
3 Importir LHE Insyaf, Beralih Jadi Produsen
Jakarta - Sebanyak 3 importir lampu hemat energi (LHE) akhirnya menyerah sehingga memutuskan untuk membangun pabrik LHE dengan nilai investasi sebesar US$ 6 juta. Rencananya, calon produsen LHE tersebut akan merealisasikannya pada tahun 2009 ini.

Selidik punya selidik, ternyata para importir yang biasa mengimpor LHE dari China ini, memilih menjadi produsen karena ketatnya kebijakan impor LHE dari pemerintah.

Selain itu, standar nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan pemerintah efektif menyaring produk LHE impor yang selama ini banyak berdatangan dari China. Ketiga calon produsen LHE itu antaralain PT Simbarco Kencana, PT Supertech Internusa dan PT Sukaku Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencana ini muncul akibat rencana pemerintah memperketat produk elektronik," kata Ketua Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo saat ditemui di gedung Departemen Perindustrian, Jumat (23/1/2009).

Para calon produsen ini berencana akan mencari lokasi pabrik dikawasan Tanggerang dan Jawa Barat, dengan jumlah kapasitas produksinya untuk tahap awal setiap pabriknya sebanyak 5 juta unit LHE per tahun.

Penurunan impor LHE sudah terlihat pada Desember tahun 2008 yang hanya 2,3 juta unit dari bulan November sebanyak 8,1 juta unit. Penutupan pabrik LHE di China karena perayaan imlek turut mendorong juga potensi penurunan impor LHE.

Sementara itu dari sisi pemerintah melalui Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi berpendapat bahwa target pemerintah untuk memperketat barang impor sudah mulai terlihat.

"Meskipun masih tahap awal, jumlah penurunan ini diharapkan bisa terjadi pada tahun ini terus menerus, sehingga produk dalam negeri bisa berkembang," katanya.

Seperti diketahui, jumlah produsen LHE dalam negeri hingga kini sebanyak 15 produsen dengan kapasitas sebanyak 200 juta LHE, namun tingkat utilisasi atau pemanfataan produksi hanya 30 juta. Pada tahun ini diperkirakan kebutuhan permintaan LHE mencapai 160 juta unit LHE. (hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads